Pages

Senin, 11 September 2017

MENJADI TERANG (Lukas 15:11-32)



Ayat Bacaan :
Luk 15:11-32



Disini kita melihat perumpaan tentang anak yang hilang, menunjukkan betapa senangnya Allah dengan pertobatan orang-orang yang berdosa, bahkan yang penuh dosa sekalipun, dan betapa Allah siap menerima dan menjamu mereka pada saat mereka bertobat. Ini adalah gambaran kita semua yang telah jatuh dalam dosa yang diturunkan Adam dan Hawa  ketika jatuh dalam dosa di taman eden.  Di dalam Roma 3:23 berkata “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Keadaan dosa adalah  suatu keadaan dimana kita meninggalkan Allah  dan menjauhkan diri dariNya. Keadaan dosa membuat kita sengsara, menderita, terpuruk karena Yesus adalah sumber kebaikan itu sendiri. Dosa membuat kita terhilang dari rencana dan kehendak  Tuhan yang baik.
Tuhan Yesus sudah membebaskan kita semua yang percaya kepadaNya dari cengkraman dosa, sehingga kita diangkat menjadi anak-anak Allah, anak-anak terang. Yesus sudah melenyapkan tabir dosa yang menutupi hati kita, membuat kita menjadi anak-anak terang melalui tabir, yaitu diriNya sendiri (Ibr 10:20) sehingga kita harus menampakkan cinta kasih Yesus Kristus yang nyata dalam kehidupan kita (Ibr 10:25).
Dari ayat pembacaan kita diatas, ada 3 langkah agar kita menjadi anak-anak terang, yaitu :
1.       MENYADARI IDENTITAS KITA (Ayat 17)
Lukas 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya , katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Kesengsaraan dan penderitaan membuat anak yang terhilang akhirnya sadar akan keberadaannya. Kita harus menyadari status kita di dalam Kristus adalah sebagai anak-anak terang. Efesus 5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Paulus menjelaskan bahwa orang yang telah diselamatkan karena IMAN kepada KRISTUS bukan sekedar mengalami perbaikan, melainkan sebuah transformasi radikal dari gelap menjadi terang. Transformasi radikal ini seharusnya berdampak radikal pula pada perilaku orang yang sudah diselamatkan. Kita sebagai anak-anak terang seharusnya tidal lagi ambil bagian dalam perbuatan kegelapan (Efesus 5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu).Hidup sebagai anak terang adalah panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus. Ini harus berdampak pada perilaku, pola pikir, dan perkataan kita.

2.       BANGKIT DARI KETERPURUKAN  DOSA
Lukas 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa.
                Setelah anak yang terhilang menyadari keberadaannya kemudian ia bangkit dan pergi kepada bapaknya dan mengakui perbuatannya dihadapan bapaknya. Ini adalah langkah pertobatan dari anak yang terhilang, setelah ia menyadari bahwa ia sudah jatuh ke dalam dosa,  kemudian ia bangkit dari keterpurukan dosa. Ia tidak mau berlambat-lambat tetapi ia mengambil keputusan segera bangkit dan pergi, meskipun ia berada di negeri yang jauh. Setiap dosa yang kita lakukan ada harga yang harus kita bayar sekalipun kita sudah menerima kasih karunia, karena Allah tidak pernah tutup mata dengan yang namanya DOSA. Bangkit dari masa lalumu, dan fokuskan hidupmu kepada Tuhan, maka Tuhan akan melakukan perkara yang ajaib dalam hidupmu.

3.       KEMBALI KEPADA RENCANA TUHAN
Lukas 15: 24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria..
                Setelah ia menyadari keberadaannya ia bangkit dan kembali ke rumah Bapaknya. Pertobatan yang sejati adalah menyadari dosa kita, bangkit dan kembali datang kepada Allah dengan tidak menunda-nunda. Pertobatan adalah berbalik dari cara hidup kita yang lama, dan tidak melakukannya lagi. Setelah anak terhilang kembali kerumah bapaknya, ia disambut oleh bapaknya bahkan diberikan jubah yang terbaik, dan dikenakan cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Ini adalah gambaran kasih Bapa yaitu Yesus Krsistus Tuhan kita kepada setiap kita anak-anaknya. Seburuk apapun masa lalu kita, sebesar apapun dosa kita, kasih bapa tidak pernah berkesudahan, tangannya selalu terbuka untuk memeluk kita dengan kasih dan sayangNya ketika kita datang dengan rendah hati.

Renungan :
“Untuk menjadi BERKAT, kita harus BERTOBAT”

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Blogroll

About