Ayat Bacaan :
Luk 15:11-32
Tuhan Yesus
sudah membebaskan kita semua yang percaya kepadaNya dari cengkraman
dosa, sehingga kita diangkat menjadi anak-anak Allah, anak-anak
terang. Yesus sudah melenyapkan tabir dosa yang menutupi hati kita,
membuat kita menjadi anak-anak terang melalui tabir, yaitu diriNya sendiri (Ibr
10:20) sehingga kita harus menampakkan cinta kasih Yesus Kristus yang nyata
dalam kehidupan kita (Ibr 10:25).
Dari ayat
pembacaan kita diatas, ada 3 langkah agar kita menjadi anak-anak terang, yaitu
:
1.
MENYADARI IDENTITAS KITA (Ayat 17)
Lukas 15:17 Lalu ia menyadari
keadaannya , katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang
berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Kesengsaraan dan
penderitaan membuat anak yang terhilang akhirnya sadar akan keberadaannya. Kita
harus menyadari status kita di dalam Kristus adalah sebagai anak-anak terang. Efesus 5:8 Memang dahulu kamu adalah
kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah
sebagai anak-anak terang. Paulus menjelaskan bahwa orang yang telah
diselamatkan karena IMAN kepada KRISTUS bukan sekedar mengalami perbaikan,
melainkan sebuah transformasi radikal dari gelap menjadi terang. Transformasi radikal
ini seharusnya berdampak radikal pula pada perilaku orang yang sudah
diselamatkan. Kita sebagai anak-anak terang seharusnya tidal lagi ambil bagian
dalam perbuatan kegelapan (Efesus 5:11 Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak
berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu).Hidup
sebagai anak terang adalah panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus. Ini harus
berdampak pada perilaku, pola pikir, dan perkataan kita.
2.
BANGKIT DARI KETERPURUKAN DOSA
Lukas 15:18 Aku akan bangkit dan
pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap
sorga dan terhadap bapa.
Setelah anak yang terhilang
menyadari keberadaannya kemudian ia bangkit dan pergi kepada bapaknya dan
mengakui perbuatannya dihadapan bapaknya. Ini adalah langkah pertobatan dari
anak yang terhilang, setelah ia menyadari bahwa ia sudah jatuh ke dalam dosa, kemudian ia bangkit dari keterpurukan dosa. Ia
tidak mau berlambat-lambat tetapi ia mengambil keputusan segera bangkit dan
pergi, meskipun ia berada di negeri yang jauh. Setiap dosa yang kita lakukan
ada harga yang harus kita bayar sekalipun kita sudah menerima kasih karunia,
karena Allah tidak pernah tutup mata dengan yang namanya DOSA. Bangkit dari
masa lalumu, dan fokuskan hidupmu kepada Tuhan, maka Tuhan akan melakukan
perkara yang ajaib dalam hidupmu.
3.
KEMBALI KEPADA RENCANA TUHAN
Lukas 15: 24 Sebab anakku ini telah mati dan
menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria..
Setelah ia menyadari
keberadaannya ia bangkit dan kembali ke rumah Bapaknya. Pertobatan yang sejati
adalah menyadari dosa kita, bangkit dan kembali datang kepada Allah dengan
tidak menunda-nunda. Pertobatan adalah berbalik dari cara hidup kita yang lama,
dan tidak melakukannya lagi. Setelah anak terhilang kembali kerumah bapaknya,
ia disambut oleh bapaknya bahkan diberikan jubah yang terbaik, dan dikenakan
cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Ini adalah gambaran kasih Bapa yaitu
Yesus Krsistus Tuhan kita kepada setiap kita anak-anaknya. Seburuk apapun masa lalu
kita, sebesar apapun dosa kita, kasih bapa tidak pernah berkesudahan, tangannya
selalu terbuka untuk memeluk kita dengan kasih dan sayangNya ketika kita datang
dengan rendah hati.
Renungan :
“Untuk menjadi BERKAT, kita harus BERTOBAT”

0 komentar:
Posting Komentar